Rabu, 28 April 2010

Kisah Said bin Zaid dan Ayahnya

kompilasi dari beberapa link berikut:
http://majlisdzikru llahpekojan. org/kisah- sahabat-nabi/ said-bin- zaid-bin- amru-bin- nufail.html
http://www.al- ikhwan.net/ mutiara-kehidupa n-para-sahabat- said-bin- zaid-sosok- pemberani- nan-gagah- yang-memilki- doa-makbul- 324/
http://tokoh- ilmuwan-penemu. blogspot. com/2009/ 12/said-bin- zaid-bin- amru.html


Said bin Zaid bin Amru bin Nufail Al Adawi atau sering juga disebut sebagai Abul A'waar lahir di Mekah 22 tahun sebelum Hijrah. Beliau termasuk sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga oleh Nabi saw.



"Wahai Allah, jika Engkau mengharamkanku dari agama yang lurus ini, janganlah anakku Sa’id diharamkan pula daripadanya.” (Doa Zaid untuk anaknya Said).



Ayah Said bernama Zaid bin Amru bin Nufail, tidak suka dan tidak pernah mau mengikuti ajaran jahiliyah. Beliau, yang diberi gelar Hanif, adalah penyelamat bayi perempuan yang ingin di bunuh oleh bapaknya pada masa tersebut dan mengambilnya sebagai anak angkat. Beliau juga tak pernah menyekutukan Allah, juga tak pernah menggunakan apa pun sebagai perantaranya dengan Allah. Beliau pernah mempelajari agama Yahudi dan Nasrani, tapi masih juga tak puas, sampai akhirnya beliau bertemu dengan seorang rahib yang memberi tahu bahwa Allah akan mengirimkan seorang Nabi dari kalangan bangsa Arab. Oleh karena itu beliau memutuskan untuk kembali ke Mekah. Di tengah jalan beliau terbunuh oleh kawanan perampok sehingga tak sempat kembali ke Mekah. Tapi doanya agar Allah tidak menghalangi anaknya masuk Islam sebagaimana beliau terhalang, terkabul.



Allah memperkenankan doa Zaid. Pada waktu Rasulullah saw mengajak orang banyak untuk masuk Islam, Said segera memenuhi panggilan Islam. Said bin zaid menjadi pelopor orang-orang beriman dengan Allah dan membenarkan kerasulan Nabi Muhammad saw.

Said bin Zaid masuk Islam tidak seorang diri, melainkan bersama-sama dengan isterinya, Fathimah binti Khatthab, adik perempuan Umar bin Khattab. Karena pemuda Quraisy ini masuk Islam, dia disakiti dan dianiaya, serta dipaksa oleh kaumnya agar kembali kepada agama mereka. Tetapi jangankan mereka berhasil mengembalikan Said dan isterinya kepada kepercayaan nenek moyang mereka, bahkan sebaliknya Said dan isterinya berhasil menarik seorang laki-laki Quraisy yang paling berbobot, baik fisik maupun intelektualnya masuk ke dalam Islam. Mereka berdualah yang telah menyebabkan Umar bin Khattab masuk Islam.



Said bin zaid pernah hijrah ke Habsyah (Ethiopia), kemudian Madinah, dan Rasulullah saw mempersaudarakan beliau dengan Ubay bin Ka’ab.


-=-=-=-


Beliau adalah Sa’id bin Zaid –semoga Allah meridloinya- salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, tumbuh di rumah dan keluarga yang tidak merasa asing akan iman, bapaknya bernama Zaid bin Amru bin Nufail yang sudah sejak lama meninggalkan sembahan berhala, dan kembali kepada menyembah Allah dan agama Ibrahim, dimana beliau pernah menyandarkan kepalanya di dinding Ka’bah dan berkata : “Wahai penduduk Quraisy, demi Allah tidak ada seorangpum selain saya yang mengikuti agama nabi Ibrahim”. (Ibnu Hisyam), Sa’id tumbuh yang semenjak kecilnya dengan agama yang suci seperti bapaknya, dan saat mendengar seruan Islam beliaupun segera memeluk Islam, yaitu pada saat Rasulullah saw masuk ke dalam Rumah Al-Arqom bin Abi Al-Arqam, bersama istrinya Fatimah binti Khattab.



Zaid banyak menanggung beban penyiksaan selama berada di jalan Allah, dimana keduanya yang menyebabkan Umar masuk Islam; saat Umar mendatangi rumahnya yang sedang membaca Al-Qur’an bersama Khabbab bin Al-Art, maka Umarpun mengambil Sohifah itu dari keduanya dan membaca isinya, hingga Allah memberikan kelapangan dadanya dan mengiklankan diri untuk masuk Islam.



Sa’id pernah hijrah ke Habsyah, kemudian Madinah, dan Rasulullah saw mempersaudarakan beliau dengan Ubay bin Ka’ab –semoga Allah meridloi keduanya-.


-=-=-=-

Sa id bin zaid bin Amru bin Nufail bin Abdulluza bi Al Adwa adalah
anak dari Fatimah binti Ba jah bin Malik Alkhuzaiyyah. Nama Fatimah
tercatat sebagai salah seorang yang pertama kali masuk islam.
Sedangkan Said termasuk gelombang pertama yang masuk islam
sebelum Rasulullah saw masuk Daarul Arqom. Said telah memeluk
islam sebelum Umar bin Khattab. Isteri Said bernama Fatimah binti
Khattab, yang merupakan adik dari Umar bin Khattab sendiri.
Zaid bin Amru bin Nufail yang merupakan ayah dari Said adalah
termasuk orang yang meninggalkan penyembahan berhala sebelum
Muhammad diutus menjadi Nabi dan Rasul. Zaid bin Amru
mengumumkan keyakinannya itu secara terbuka di hadapan kaum
Quraisy. Ia berkata, Wahai kaum Quraisy, apakah ada diantara
kalian yang mrnganut agama Ibrahim? Zaid klemudian berkata
kepada sahabatnya, Amir, Aku sedang menanti seorang Nabi dari
keturunan Ismail yang akan diutus. Aku kira tidak akan sempat
melihatnya tapi aku beriman kepadanya dan meyakini kebenerannya.
Aku bersaksi bahwa dia adalah nabi. Jika kamu panjang umur dan
bertemu dengannya sampaikan salamku padanya.

Ayah Said wafat ketika kaum Quraisy memperbaharui tatanan
Ka bah sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw. Said berasal dari
keluarga yang hanif , pengikut ajaran Ibrahin as. Ayahnya telah
meninggalkan tradisi Quraisy , menyembah berhala, minuman keras,
dan permainan hiburan yang merusak. Dia menentang sekali
penguburan hidup-hidup bayi perempuan. Kepada yang akan
menguburkan bayi perempuan anaknya ia berkata, Jangan kau
membunuhnya, aku yang akan memeliharanya.

Ibarat peribahasa, air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga ,
makan Said dan ayahnya merupakan contoh dari peribahasa tersebut.
Tidak heran, bila langkah-langkah yang ditempuh Said sejalan dengan
ayahnya yang telah mengenal Tuhannya dan jiwanya sarat dengan
keimanan. Said termasuk sahabat ikut hijrah ke Madinah. Hampir
setiap pertempuran diikutinya, kecuali perang Badar. Sewaktu perang
Badar, bersama Thalhah bin Ubaidillah, ia mendapat tugas sebagai pengintai kafilah dan kekuatan lawan yang sedang dalam perjalanan
dari negeri Syam. Tugas ini adalah bagian dari rencana Rasulullah
saw sebelum mengatur strategi dalam perang Badar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

monggo dipun tanggapi