Kamis, 11 Oktober 2012

Batik Kebumen Aneh dan Unik Sumber : 16/08/2008 08:28:21 LAMA tidak dikenal, kemunculan Batik Kebumen ke permukaan tidaklah membuat tak disuka. Karena dengan kondisi yang belum dikenal secara luas, masyarakat justru memiliki ketertarikan. Apalagi ketika belum ada satupun referensi formal yang mencantumkan nama batik Kebumen di dalamnya. Sehingga begitu muncul langsung menarik simpati publik batik di kota-kota besar. Bahkan di Semarang, Kebumen bisa menduduki peringkat pertama dalam pemasarannya dengan mengalahkan batik Solo dan Yogya. Mengapa bisa demikian ? Saat ini kami tengah berusaha melakukan penyelidikan penyebabnya, ujar Ketua Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad, Ir Dra Larasati Suliantoro Sulaiman, saat berbicara dalam acara pengumuman pemenang Lomba Desain Motif Batik Khas Kebumen, Rabu (13/8), di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen. Dalam lomba yang juga diisi dengan workshop, Panitia dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kebumen juga menggelar peragaan 25 lembar kain batik hasil karya peserta lomba. Peragaan dilakukan oleh para anggota Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Kebumen, yang dipimpin Ny Nurani Nasirudin dan Ny Murni Suroso SH. Adapun pemenang lomba mulai juara 1 sampai harapan 3 adalah Teguh Budiarto dari Seliling Kecamatan Alian, Aminah (Jemur Kecamatan Pejagoan). Kemudian Baroyah (Jemur). Selanjutnya pemenang harapan adalah Atminatun (Jemur), Akhira (Gemeksekti-Kecamatan Kebumen) dan Haryati dari Jemur. Dikatakan Ny Suliantoro, bila ditilik dari motifnya, batik Kebumen banyak dinilai berbagai pihak pecinta batik sebagai sesuatu yang aneh dan unik, karena sulit ditebak apa maksud si pembuat motif di balik motif yang dihasilkannya. Kendati aneh, namun justru di situlah salah satu letak keindahan batik Kebumen. Bahkan motif gringsing yang terhalus menurutnya adalah gringsing dari Kebumen. Selain itu, Kebumen juga punya eksklusivitas berupa batik berwarna merah yang ada di Kecamatan Alian. Tolong pertahankan identitas yang ada. Jangan sampai melakukan perubahan yang meniru motif batik atau tekstil dari luar negeri misalnya. Apalagi dengan program UNESCO yang menetapkan batik sebagai kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Maka batik Kebumen termasuk para perajinnya merupakan bagian dari program UNESCO tersebut, papar Ketua Paguyuban Sekar Jagad. (Dwi/Fsy)-g

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

monggo dipun tanggapi