Minggu, 10 Mei 2009

Air PDAM Kab.Kebumen

KEBUMEN (KR) - Kendati persediaan air baku pada musim penghujan di instalasi pengolahan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kebumen di tepi Sungai Luk Ulo Dukuh Gunungsari Desa Karangpoh Kecamatan Pejagoan Kebumen sangat berlimpah, namun mengingat konsentrasi lumpurnya sangat tinggi maka pola pengolahan airnya pun lebih berat dibanding pengolahan air di musim kemarau. "Peningkatan konsentrasi lumpur dalam air baku yang kami sedot dari Sungai Luk Ulo pada musim penghujan bertambah 20 % lebih dibandingkan konsentrasi lumpur di musim kemarau," ungkap Direktur PDAM Kebumen Drs Prabowo di ruang kerjanya, Jumat (14/11). Pada musim kemarau air baku di instalasi tersebut mengandung lumpur sebanyak 70 % dari volume air baku, sedangkan di musim penghujan meningkat menjadi 90 % lebih. Bila pada musim kemarau fenomenanya adalah kekhawatiran terhadap minimnya debit air sungai dengan konsentrasi lum- pur yang lebih rendah, namun dengan konsentrasi lumut yang tinggi. Sebaliknya, pada musim penghujan gelontoran air dari daerah hulu Luk Ulo cenderung sangat berlimpah namun dengan kandungan lumpur yang tinggi, sehingga menimbulkan permasalahan khusus. Yaitu, lebih banyak air sisa pengolahan yang terbuang sia-sia, dari air yang masuk ke dalam instalasi pengolahan, 90 persen lebih harus dibuang sebagai limbah. Setelah air selesai diolah kemudian disalurkan melalui jaringan pipa penyalur, akan muncul lebih banyak endapan-endapan lumpur yang tak berhasil disaring di sejumlah titik pipa penyalur. Selain itu, pola pengolahan air harus diubah dari pola pengolahan di musim kemarau, di antaranya dengan penambahan bahan kimia yang digunakan. "Permasalahan-permasalahan itu justru menimbulkan pembengkakan biaya operasional yang menyebabkan laba perusahaan di musim penghujan lebih kecil dibandingkan musim kemarau. Apalagi frekuensi pemadaman listrik di musim penghujan biasanya lebih sering dibandingkan musim kemarau," ujar Prabowo. Dari fenomena air baku di musim kemarau dan musim penghujan, PDAM Kebumen saat ini sudah memiliki kesimpulan bahwa air baku yang diambil dari air sungai akan selalu menghadapi permasalahan rutin yang khas berdasarkan musim yang terjadi. Berdasarkan perhitungan secara ekonomi dan teknis, ternyata penanganan permasalahannya lebih terasa berat pada musim penghujan, di antaranya jumlah bahan kimia yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan saat musim penghujan. Selain itu, petugas juga harus lebih sering melakukan pengurasan terhadap endapan-endapan lumpur di sejumlah titik penyaluran air, sehingga waktu dan tenaga yang harus dicurahkan petugas menjadi lebih banyak. Kondisi seperti itu menurut Prabowo memang cukup mengagetkan bagi perusahaan pada saat awal mulai beroperasinya instalasi pengolahan di Dukuh Gunungsari itu, namun setelah berjalan rutin setiap tahun, maka para petugas yang terlibat menjadi terbiasa dengan rutinitas penanganan masalah seperti itu. (Dwi/Arf)-c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

monggo dipun tanggapi