Jumat, 29 Mei 2009

Jangan Mudah Marah

Bismillahirrohmaani rrohiim,

Ini adalah suatu catatan seorang sahabat, saat mengikuti sebuah acara
Tausiyah dan Dzikr, selepas sholat Isya berjamaah di Masjid Baitul
Ihsan - Bank Indonesia setahun yang lalu. InsyaAllah sangat bermanfaat
buat kita2 sebagai pengikut salah satu Tarekat Muktabaroh yang ada di
Indonesia.

Ya.... Sayyidi Ya Rosulullah.. ..Ya...Rohmatan Lil A'lamiin

Salam

Masjid BI, 9 Agustus 2008

Keistimewaan Bulan Syakban, Keistimewaan Masjid Baitul Ihsan, Nasihat
Nabi SAW: "Jangan Mudah Marah!"
by Mawlana Shaykh Hisyam Kabbani (qs)

Ini adalah malam yang suci, bulan ini adalah bulannya Nabi SAW,
sebagaimana sabda beliau, "Rajabun Syahrullah wa Sya'bana Syahri wa
Ramadana syahru ummati." "Rajab adalah bulannya Allah SWT, dan Syakban
adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umatku." Bulan ini adalah
Syakban dan merupakan bulannya Nabi SAW. Sesungguhnya setiap malam dan
siang di bulan ini merupakan malam yang suci dan hari yang suci.

"Di bulan ini, kami datang padamu ya Sayyidi, ya Rasulallah SAW..."
meminta kepada beliau agar kita dibawa ke Hadirat Allah SWT;
mengucapkan istighfar atas nama kita; memintakan ampunan bagi kita,
karena kita adalah para pendosa. Jangan katakan bahwa kita adalah
Syekh, ulama, atau wali... setiap orang adalah pendosa! "Kami datang
kepadamu ya Rasulallah SAW!" "Kami memohon kepadamu, kami mengemis
kepadamu agar kami bisa bersamamu di dunia dan akhirat." Al-Quran
mengatakan bahwa, "Jika mereka menganiaya diri mereka sendiri lalu
datang kepadamu agar memohonkan ampunan, tentulah mereka menjumpai
bahwa Allah SWT adalah Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang." [QS
4:64]

Ketika seseorang melakukan suatu kesalahan, mereka menangis, air mata
keluar dari matanya dan mereka menyesal, memohon ampun. Kita harus
menangis. "Ya Rasulallah SAW, kau hadir di sini!" Kita adalah
pecundang, kita adalah para pendosa... menangislah! Menangislah, agar
Nabi SAW melihat kita, agar Rasulullah SAW memohon ampunan bagi kita.
Menangislah! Ini adalah saat pengampunan, dan tak datang setiap saat.
"Ampunilah kami, ya Sayyidi, ya Rasulallah SAW, ya Rahmatan lil
'Aalamiin."

Grandsyekh Abdullah QS memberi nasihat kepada Syekh Nazim QS bahwa,
"Satu tetes air mata dari orang yang sungguh-sungguh memohon ampunan
dapat memadamkan api neraka." Maka sesalilah dosa kita.

Suatu saat, seorang Badui mendatangi Nabi SAW. Ia adalah orang yang
sangat miskin, tidak mempunyai apa-apa; tidak mempunyai rumah,
lantainya tanah, atapnya langit dan bantalnya batu. Ia datang kepada
Nabi SAW dan berkata, "Ya Rasulallah SAW, berikanlah aku sebuah
nasihat." Lihatlah--seseorang yang tidak mempunyai apa-apa datang
kepada Rasulullah SAW untuk meminta nasihat. Allahu akbar!
Ash-shalaatu was-salaamu 'alayka ya Rasulallah, ya Habiballah, ya
Syafi'il Muslimiin!" Hadirkan Rasulullah SAW di dalam diri kita,
panggil namanya dan mintalah ampunan.

Masjid ini tidak seperti masjid lainnya. Ada sesuatu yang istimewa di
sini. Sebelumnya saya telah mendatangi beberapa masjid, tetapi saya
tidak menemui nuansa rohani seperti di sini. Pasti ada sesuatu di sini
dan malam ini kita mendapat kabar dari kalbu Mawlana Syekh Nazim QS.
Beliau memberitahu saya bahwa dulu banyak orang yang tinggal di sini.
Ini adalah makam atau kuburan mereka. Mereka adalah para awliya Allah,
yang tinggal di masjid ini. Sejak dulu mereka beribadah, salat dan
berzikir secara berjamaah di sini, dan ketika mereka telah meninggal
dunia, Allah SWT memberi izin bagi mereka untuk terus beribadah di
sini.

Mereka baru saja memberi tahu saya bahwa setiap orang yang melakukan
salat sendirian di sini, para awliya Allah menjadi makmum bagi orang
itu, sehingga salatnya menjadi salat berjamaah. dan kepada orang yang
membangun masjid ini, mereka mengilhami hati mereka untuk menamakan
masjid ini "Baitul Ihsan", "Rumah Ihsan", dan apakah ihsan itu? Sebuah
hadis mengatakan bahwa Jibril AS mendatangi Nabi SAW dan bertanya
tentang Islam, lalu Iman dan Ihsan. Ihsan adalah maqam tertinggi dalam
agama Islam. Hanya awliya Allah yang dapat mencapainya. Tidak hanya
itu, Mawlana Syekh Nazim QS juga mengatakan bahwa orang-orang yang
melakukan ibadah di sini, ketika pulang, keluar dari masjid
ini--mereka akan diselimuti dengan keberkahan para awliya Allah tadi.

Wahai Muslim, berbahagialah! Kalian adalah al-Haqq! Kalian berada di
jalur yang benar. "Katakan kepada mereka, jika kalian sungguh
mencintai Allah SWT, ikutilah Muhammad SAW." "Ya Rasulallah SAW, kami
ingin mengikutimu, tetapi kami sangat lemah, tolonglah kami."

Setiap orang di antara kita berusaha untuk membangung gedung-gedung
tinggi, berusaha untuk memperoleh uang yang banyak, berusaha untuk
mempunyai banyak mobil, berusaha untuk mendapatkan segala sesuatu yang
menyenangkan bagi mereka dan anak-anaknya. Itulah definisi kebahagiaan
bagi mereka. Orang Badui tadi, dia tidak mempunyai apa-apa, tetapi dia
sangat bahagia. Apa gunanya rumah, apa manfaatnya kekayaan kalian,
bila kalian tidak bahagia. Gunakanlah uang kalian untuk mendukung
Islam, untuk mendukung umat Muslim, untuk mendukung fakir miskin. Jika
kalian menggunakan uang kalian untuk ke disko, mengirim anak kalian ke
negri yang kehidupannya menjauhi Islam, semoga Allah SWT melenyapkan
uang kalian.

Apa gunanya uang kalian bila anak-anak tidak menghormati kalian, bila
anak-anak berlaku tidak sopan pada kalian. Padahal Allah SWT
mengatakan dalam Al-Qur'an yang suci, "Bahkan kalian jangan mengatakan
'uf' kepada orang tua kalian." Mereka membesarkan kalian, Allah SWT
merawat kita, Sayyidina Muhammad SAW merawat kita. Wahai Muslim,
jangan katakan "uf" kepada apa pun dan jangan marah. Ini adalah
nasihat Rasulullah SAW kepada orang Badui tadi. Orang Badui itu tidak
mempunyai apa-apa, dia tidur di tanah, atapnya langit, bantalnya batu.
"Jangan marah, la taghdhab!" Nasihat beliau sangat sederhana. Nasihat
Nabi SAW kepada Badui itu hanya, "Jangan marah!"

Di zaman sekarang ini, anak 1 tahun atau kakek 100 tahun, apakah
mereka tidak pernah marah? Atau mereka marah? Satu nasihat dari Nabi
SAW untuk seluruh umat adalah, "Jangan marah, la taghdhab!" Anak 1
tahun akan marah bila keinginannya tidak terpenuhi. Jangan marah,
sebab kemarahan adalah induk dari semua karakter buruk. Jika kalian
marah, kalian kehilangan iman kalian. Setiap orang sangat mudah untuk
marah. Padahal umat terbaik adalah umat yang mendoakan agar para
pemimpinnya menjadi saleh, dan tidak marah satu sama lain. Sekarang
banyak pemimpin yang mudah marah, begitu pula masyarakat. Kita juga
sulit untuk menerima nasihat. Seandainya para pemimpin dan rakyatnya
tidak marah dan saling mendoakan, tentu negri ini akan damai.

Apakah kalian senang bila anak kalian dibunuh? Bila cucu kita dibunuh?
Jika seseorang membunuh cucu kalian, apa yang kalian lakukan? Kalian
akan marah. Dapatkah kalian bayangkan bagaimana orang-orang mencintai
Rasulullah SAW? Apakah kita mencintai Nabi SAW? Apakah kita menangis
bila mereka membunuh cucu Nabi SAW? Bagaimana perasaan kita ketika
mereka membunuh Sayyidina Hasan AS, Sayyidina Husein AS ? Cucu Nabi
SAW dibunuh! Sayyidina 'Ali RA, KW, Sayyidina 'Umar RA, Sayyidina
Utsman RA dibunuh. Mereka adalah sahabat-sahabat Nabi SAW. Mengapa
kita tidak menyadarinya? Bila cucu kita sendiri yang dibunuh, pasti
kita menangis. Apa artinya? Berarti kita belum mencintai Nabi SAW!

Siapa yang membunuh Sayyidina Husein AS di Karbala? Yazid, putra
Sayyidina Muawiyyah yang masih tergolong sahabat Nabi SAW. Karena apa?
Mengapa dia membunuhnya? Karena marah. Dia tidak sadar bahwa itu
adalah cucu Nabi SAW. Oleh sebab itu ghadab adalah biang keroknya. Dia
adalah induk dari segala keburukan.

Bagaimana gempa bumi terjadi? Jika seseorang menjumpai berbagai
kesulitan di sekelilingnya, dia akan gemetar, atau menangis atau
teriak. Ketika bumi melihat tirani manusia, bumi berdoa, "Ya Rabbi,
kami tidak tahan!" Bumi berontak dan mengadu kepada Allah SWT, karena
kejahilan manusia. Al-Qur'an mengatakan, "Sesungguhnya Kami telah
menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunun-gunung. Mereka semua
enggan memikul amanat itu, karena khawatir akan mengkhianatinya, dan
diembanlah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat
zalim dan bodoh." [QS 33:72]

Ya, kita memang bodoh, lalai. Di dalam bumi terdapat jasad para awliya
Allah. Mereka bergerak menyaksikan kejahilan di muka bumi. Apakah
kalian pernah melihat gempa bumi? [ya] Apakah kalian pernah melihat
gempa di surga? [tidak!] Surga gempa ketika Sayyidina Husein AS
dibunuh! Surga tidak tahan atas peristiwa itu, surga tidak bisa
menerimanya dan surga menjadi musuh bagi pembunuhnya. Apa sebab semua
itu? Sebabnya adalah karena marah. Jadi, jangan marah!

Nasihat Nabi SAW, "Jangan marah!" Mengapa Allah SWT memberikan wilayat
(kewalian) kepada para wali? Karena mereka tidak pernah marah, tidak
pernah keberatan, karena mereka selalu menerima apa yang digariskan
oleh Allah SWT. Tetapi yang lain? Mereka mempunyai kemarahan dalam
hatinya. Jika kita tidak marah, Allah SWT akan mencintai kita. Allah
SWT akan membukakan apa yang tidak pernah diberikan kepada orang lain.

Semoga Allah SWT memaafkan kita.

Zikir Khatm Khwajagan...


Sumber : Milist Majelis Rasululloh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

monggo dipun tanggapi